Kuterbangun dalam ketaksadaran
Setelah sampai pada garis finis mimpi buaian
Gemuruh ombak fikiranku tak tenang
Karena bimbang akan diriku seorang
Aura pagi mulai berpesta
Meyakinkan sel-sel hidupku akan dunia fana
Menggerakkan jasad lenturku
Dalam kubangan kenyataan
Butiran lembut air kasih sayang
Menggerakkan roda jiwa yang terkekang
Menyeret pori-pori keangkuhan
Ke dalam linangan ke taqwa-an
Air mata cinta bersujud
Dalam untain do'a pada sang Mahbub
Jari kecil ini menari
Lewat alunan dawai syukur ilahi.
Zaman kian edan
Firman tuhan dianggap ketinggalan zaman
Perburuan dunia kian menggilakan
Anak adam dalam kerugian
Syukur hanya dalam barisan kata
Dan terlupa makna aslinya
Manusia telah berpesta dalam sahara
Yang jauh dari Hidayah-Nya
Luas samudara nikmat yang Kau anugrahkan
Sebening cawan kasih sayang Kau curahkan
Namun nurani sepi dari cahaya-Mu ya Ilahi
Laksana bahtera yang tak dinahkodai
Igfirli…dzunubi …warhamni…
Anta maulani…ya Rabbi…
Selanjutnya Baca...
Selasa, 23 Juni 2009
Hanya Kata Syukur
Langganan:
Postingan (Atom)
