Khairil anwar pernah berkata
Aku ingin hidup seribu tahun lagi
yang lagi disiksa dalam kubur berkata
Andai aku diberi sehari saja untuk hidup di dunia
Maka aku akan beribadah dan berbuat kebajikan
Oh sungguh itu sebaris kata sesal
Secuil harapan kosong
dan
Segelintir harapan manusia yang sadar
Harimu adalah hidupmu
Satu hari yang berlalu tanpa sebuah kebajikan sangatlah sia-sia
Satu hari yang terlewati tanpa bertambahnya iman sungguh menyedihkan
Satu hari yang terlupakan tanpa rasa syukur sangatlah takabbur
Satu hari yang ditutup tanpa sebuah harapan sungguh mengerikan
Satu hari yang tanpa apa-apa sungguh tak berguna…
Bukankah satu hari berlalu
Menandakan sehari dari umurmu berkurang
Bukankah satu hari berlalu
Menandakan masa aktif hidupmu kian dekat
Bukankah satu hari berlalu
Menandakan hari tuamu di depan mata
Bukankah satu hari berlalu
Menandakan liang lahat akan menyambutmu
Bukankah satu hari berlalu
Menandakan kau akan dihisab oleh-Nya
Bukankah satu hari berlalu
Menandakan kamu akan masuk syurga atau neraka
Ataukah kamu masih ingin membiarkan satu hari berlalu begitu saja
Sadarlah wahai jiwa yang tenang
Sadarlah wahai orang yang berakal
Sadarlah wahai tanah yang berjalan
Sadarlah wahai hati yang angkuh
Sadarlah wahai raga yang merasa perkasa
Sadarlah wahai manusia….
Selanjutnya Baca...
Selasa, 14 Juli 2009
Harimu Adalah Hidupmu
Nafsu Abad-21
Assalamu'alaikum dunia
Salam sejahtera buatmu dan buat kami yang menghunimu
Sadarkah engkau akan masa kita sekarang
Masa dimana orang tak mengenal dirinya
Masa dimana ambisi gila merajalela di hati manusia
Masa dimana jiwa jauh dari jalan-Nya
Masa dimana ketenagan diganti dengan kepiluan
Masa dimana bahagia diganti dengan luka
Masa dimana si kaya tambah subur dan si miskin tambah kering
Masa dimana harta sebagai hukum perdana dan perdata
Masa dimana semua lendi sudah gila…
Nafsu abad-21…
Nafsu yang ditunggu oleh jiwa yang rapuh
Nafsu yang dinanti oleh jiwa pembangkang
Nafsu yang digemari oleh pria dan wanita psikopat
Nafsu yang dirindu oleh jiwa yang terbelenggu
Nafsu yang diamini para pecandu kenikmatan semu
dan
Nafsu yang mengembalikan kaum Sodom dan kaum Nabi Luth
Nafsu abad-21…
Nafsu dengan label mengatasnamakan….
mengatasnamakan kebebasan
mengatasnamakan hak asasi
mengatasnamakan persamaan
mengatasnamakan emang gue pikirin
mengatasnamakan loe siapa
mengatasnamakan kenikmatan syurga
mengatasnamakan gengsi
mengatasnamakan reputasi
mengatasnamakan posisi
mengatasnamakan rakyat
mereka bertingkah semau nafsu
Oh sedihnya….
Nafsu abad-21…
Nafsu yang dilumuri oleh duniawi
Nafsu yang dihiasi oleh perzinaan
Nafsu yang direstui oleh menghalalkan segala cara
Nafsu yang dipuja oleh dusta
Nafsu yang dibai'at oleh para penyihir buta
Nafsu yang selimuti udara munafik
Nafsu yang dirangkul oleh jiwa kebinatangan
Nafsu yang didorong oleh keangkuhan
Nafsu yang disutradarai oleh amoral
Nafsu yang
Oh hancurnya….
Selanjutnya Baca...
Cinta Sang Penghamba
Aku tak tau harus mulai darimana
Aku takut harus bilang apa
Aku sedih jika salah kata
Dan aku harus gimana…
Itulah cinta dalam khayalku
Satu kata yang begitu indah dan pahit tuk dirasa
Indah jika dimulai dengan cinta karena-Nya
Dan brujung pahit jika nafsu jadi pilar utamanya
Saat mata memandang angkasa
Hatipun berkata andai cinta seindah rembulan
Sekilau bintang nirwana
Sebiru langit kehidupan
Dan seputih awan Tuhan
Kala menatap samudra
Urat nadi saling tarik untuk memberi komentar akan cinta
Andai cinta seluas katulistiwa
Sedalam palung kasih sayang
Setenang ombak ketulusan
Seputih buih pengertian
Dan sekuat karang cobaan
Namun…
Sudah pahamkah kita, apa itu cinta?
Sudah dalamkah kearifan kita sebelum bertemu cinta?
Sudah ikhlaskah hati kita menerima dan melepas cinta?
Sudah dekatkah kita dengan sang pemilik cinta?
Kalau belum marilah kita berdo'a…
Ya Allah
Dalam sepi kami memanggil-Mu
Dalam sadar kami mengharap-Mu
Dalam bahagia kami mendamba-Mu
Dalam segalanya kami pasrah pada-Mu
Ya Allah
cinta-Mu adalah tumpuan harapan kami
cinta-Mu adalah kehormatan bagi jiwa kami
cinta-Mu adalah permadani bagi hati kami
cinta-Mu adalah setetes embun suci bagi raga kami
cinta-Mu adalah segalanya ya Allah….
Terimalah do'a sang penghamba cinta-Mu
Amien…Ya rabbal 'Alamin
Selanjutnya Baca...
Rumah-Mu
Aku malu
Aku segan
Aku takut
Aku merinding
Melangkah ke rumah-Mu
Hatiku merunduk
Jiwaku sujud
Egoku hanyut
Ragaku rapuh
Saat Mendengar asma-Mu
Ku basahi tubuh dalam wudhu-Mu
Ku baluti hati dalam shalat_Mu
Ku lepas dunia dalam sujud-Mu
Ku kembali pada-Mu dalam zikirku
Hatiku tenang tak terbeban
Jiwaku bersih tak ternoda
Fikiranku jernih tak terkotori
Harapanku terang pada-Mu
Runyamnya Dunia
Hmm...
Panas, panas dan panas
Setiap pandangan diselimuti kegelisahan
Setiap fikiran diselimuti beban kehidupan
Dunia tak lagi bersahabat
Manusia tak peduli teman atau kerabat
Sikut sana sini demi sebuah martabat
Yang katanya membela rakyat
Matahari tak ubahnya api membara
Yang siap membunuh apa saja
Tak peduli manusia atau alamnya
Bahkan bumi tempat kita sementara
SDA dunia kian habis
Manusia berfikir tuk tetap eksis
Bumi seperti tak berlapis
Karena t'lah habis terkikis
Bencana terjadi dimana-mana
Longsor, gempa, tsunami atau apa lah namnya
Yang kan selalu menghantui manusia
Di setiap langkah hidupnya
Moral dan agama
Taka lagi menjadi penyangga
Manusia telah terpedaya
Oleh hiruk pikuk dunia
Tuhan tak lagi ada
Ketika dunia mulai memanja
Hati tak lagi sunyi
Ketika dunia menghinggapi.
Selanjutnya Baca...
Bingkai Wanita
hmm...
terpesona dalam kata
terkagum dalam senyum
tergoda dalam warna
bahagia dalam raga
auramu menikam sukma
belaimu memecah nirwana
rayuanmu menoreh rasa
bisikmu menyulam cinta
kau begitu sempurna
ketika sinar kasihmu menyapa penuh bahagia
senyummu meraba penuh manja
cintamu tulus tak beriba
sorot matamu lembut bak sutra..
Oh indahnya…
Jika setiap detik nafas ini bersamamu
berkhalwat dalam mihrab cinta-Nya
mempersembahkan tarian sufi bagi-Nya
hingga malam tenggelam menyapa mentari
Selanjutnya Baca...
Air Mata Syurga
Dunia begitu kelam
dedaunan merunduk penuh sujud
angih malam terluka tak berdaya
bintang-bintang berlinangan air mata
Air mata surga
di malam hari yang buta
bening tak ternoda
dikala jiwa bersimbah luka
oh indahnya...
dikala dewi malam berdansa penuh cinta
tuk menghapus deraian airmata
tuk membalut mahkota luka
alam pun bersuara penuh tanya
menatap angkasa yang tak berprasa
menyelami dunia yang tak bernyawa
tuk merangkul langit yang berduka
semoga embun pagi
membawa harapan suci
ketika goresan hati
terhapus oleh sunyi ......
Selanjutnya Baca...
Pergi Kemana Hati Membawamu
Dalam sunyi…
Dalam sepi….
Dalam ilusi…
Ku bernyanyi tiada henti
Cawan rabbi memanggil
Bagian jiwa yang mungil
Bagian itu menggigil
Lewat siraman kalimat tahlil
Jasad bani adam direngkuh si kecil
Seperti palestina diselimuti israil
Ini zaman Qabil dan Habil
Hasil cipta sang Qadirul Jalil
Tiada Tuhan selain Allah
Sang sutradara dunia
Sastrawan maha hebat
Yang membungkus hati
Sebagai tema karya agung-Nya
Jalan lurus dan bervariasi
Berakhlak zamrud atau batubara
Berlumuran dosa atau pahala
Hatilah pawing utamanya
Pergilah kemana hati membawamu
Jadikan hati sebagai sopir hidupmu
Jadikan Tuhan sebagai penunjuk jalanmu
Buatlah iman sebagai pelumas mesinmu
Dan jadikan dzikir, tahlil, tahmid dan takbir sebagai mekanikmu
Agar kau sampai pada terminal syurga-Nya
Selanjutnya Baca...
