Aku malu
Aku segan
Aku takut
Aku merinding
Melangkah ke rumah-Mu
Hatiku merunduk
Jiwaku sujud
Egoku hanyut
Ragaku rapuh
Saat Mendengar asma-Mu
Ku basahi tubuh dalam wudhu-Mu
Ku baluti hati dalam shalat_Mu
Ku lepas dunia dalam sujud-Mu
Ku kembali pada-Mu dalam zikirku
Hatiku tenang tak terbeban
Jiwaku bersih tak ternoda
Fikiranku jernih tak terkotori
Harapanku terang pada-Mu
Runyamnya Dunia
Hmm...
Panas, panas dan panas
Setiap pandangan diselimuti kegelisahan
Setiap fikiran diselimuti beban kehidupan
Dunia tak lagi bersahabat
Manusia tak peduli teman atau kerabat
Sikut sana sini demi sebuah martabat
Yang katanya membela rakyat
Matahari tak ubahnya api membara
Yang siap membunuh apa saja
Tak peduli manusia atau alamnya
Bahkan bumi tempat kita sementara
SDA dunia kian habis
Manusia berfikir tuk tetap eksis
Bumi seperti tak berlapis
Karena t'lah habis terkikis
Bencana terjadi dimana-mana
Longsor, gempa, tsunami atau apa lah namnya
Yang kan selalu menghantui manusia
Di setiap langkah hidupnya
Moral dan agama
Taka lagi menjadi penyangga
Manusia telah terpedaya
Oleh hiruk pikuk dunia
Tuhan tak lagi ada
Ketika dunia mulai memanja
Hati tak lagi sunyi
Ketika dunia menghinggapi.
Selasa, 14 Juli 2009
Rumah-Mu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar